Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 April 2012

Internet Banking BCA klikbca com Bukan bca co id

Sejarah penggunaan informasi teknologi terutama internet pada jasa perbankan belumlah lama. Tercatat baru di tahun 2000-an perbankan di Indonesia mengujicobakan jasa perbankan secara online. Walaupun masih dalam kekhawatiran akan keamanan transaksi di dunia maya. Hal ini seiring banyaknya kasus pembobolan kartu kredit via internet oleh para hacker. BCA sebagai bank terbesar di Indonesia mulai membuka jasa perbankannya melalui klikbca com dan bca co id.

Namun perkembangan jasa perbankan online atau e-banking mengalami kemajuan pesat dengan adanya key atau token. Sebuah alat yang digunakan nasabahnya untuk melakukan transaksi keuangan lewat online di internet. Semenjak itu banyak bank-bank mulai mengonlinekan jasa perbankannya di dunia online.



Sejarah Perbankan Menerapkan Jasa Perbankan Online


Memang sejak BCA mengeluarkan jasa perbankannya secara online sistem yang digunakannya seolah menjadi standar sebuah jasa perbankan online yang mumpuni. Tetapi bukanlah BCA yang pertama kali mengonlinekan jasa perbankan online-nya seperti klik bca saat ini. Berikut sejarah dari tahun ke tahun bank-bank yang telah menggunakan jasa perbankan online.

Tahun 1998, yaitu Bank Internasional Indonesia atau lebih dikenal dengan BII. Pada jasa perbankannya menggunakan alamat website: https://www.bankbii.com/ Tahun 2000, yaitu Bank Niaga saat ini berubah nama menjadi CIMB Niaga. Pada jasa perbankannya menggunakan alamat website:  https://secure.bank2home.com/ib-niaga/Login.html Tahun 2001, yaitu Bank Bukopin. Pada jasa perbankannya menggunakan alamat website:  https://secure.bank2home.com/appbukopin/login.jsp Tahun 2001, yaitu Bank Central Asia atau lebih dikenal dengan BCA. Pada jasa perbankannya menggunakan alamat website:   https://ibank.klikbca.com/ Tahun 2003, yaitu Bank Mandiri salah satu bank terbesar di Indonesia. Pada jasa perbankannya menggunakan alamat website:  https://ib.bankmandiri.co.id/ Tahun 2005, yaitu Bank Permatanet. Pada jasa perbankannya menggunakan alamat website:  https://www.permatanet.com Tahun 2006, yaitu Bank Permata e-Business. Pada jasa perbankannya menggunakan alamat website:  https://www.permatae-business.com/ Tahun 2007, yaitu Bank Negara Indonesia. Pada jasa perbankannya menggunakan alamat website:  https://ibank.bni.co.id/ Tahun 2007, yaitu Bank Lippo. Pada jasa perbankannya menggunakan alamat website:  https://ebanking.lippobank.co.id/ dan yang terakhir adalah pada Tahun 2008, yaitu Bank Danamon Indonesia. Pada jasa perbankannya menggunakan alamat website:  https://www.danamonline.com


Internet Banking BCA klikbca com Bukan bca co id


Dengan menggunakan enkripsi SSL 128bit ditambah fasilitas firewall pada situsnya menjadikan internet banking BCA sangat aman untuk nasabahnya. BCA sendiri semakin nyaman dengan menggunakan alamat klikbca com. Walaupun alamat website bca co id tetap dimiliki oleh BCA. Ini disebabkan visi BCA yang ingin internet bankingnya bisa diakses dan dimanfaatkan nasabahnya di manapun berada di seluruh dunia.


Alamat website klikbca yang menggunakan domain com dinilai akan lebih cepat diakses dari luar negeri ketimbang menggunakan alamat website bca co id yang menggunakan domain lokal co id. BCA pun mulai gencar mempromosikan alamat website klik bca com nya hingga saat ini.

Beri rating untuk artikel di atas Buruk sekali Kurang Biasa Bagus Bagus sekali



View the original article here

Selasa, 08 November 2011

Cara Menggunakan Internet Sehat dan Aman dalam Pergaulan Remaja

Selain memberikan banyak dampak positif, internet nyatanya memberikan berbagai pengaruh negatif dalam pergaulan remaja. Internet memang merupakan ranah maya yang tanpa batas. Oleh sebab itu, kaum remaja perlu diarahkan untuk senantiasa menjadi pengguna internet sehat dan aman.


Seruan mengenai gerakan internet sehat dan aman ini telah disampaikan secara resmi dalam Rapat Koordinasi Nasional Kementerian (Rakornas) Kominfo pada 25 Oktober 2010. Rapat resmi ini bertema “Gerakan Nasional Internet Sehat dan Aman (Gema Insan)” yang dibukan secara langsung oleh Menkominfo Tifatul Sembiring.


Maraknya seruan internet sehat dan aman bukan semata-mata tanpa sebab. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menyelamatkan anak bangsa dari kejahatan dunia maya. Banyak contoh kasus kejahatan maya yang mewarnai kehidupan para remaja labil. Salah satu contoh kasus kejahatan maya pernah dialami oleh MNT.


MNT adalah seorang remaja yang masih berusia 14 tahun. Ia kabur bersama teman lelakinya (18 tahun) yang dikenal melalui akun facebook. Pelajar yang menimba ilmu di salah SMP di Sidoarjo ini menghilang dari tempat tinggal orangtuanya di jalan Alamanda Blok L No. 14 Bumi Serpong Damai, Serpong, Tangerang. Belakangan, MNT diketahui lari bersama teman lelakinya yang tinggal di Serang, Banten.


Kasus yang menimpa MNT ini telah menjadi semacam cambukan sekaligus penyadaran bagi semua pihak bahwa interaksi sosial lewat dunia maya tidak sepenuhnya aman. Mudahnya pengaksesan internet membuat orangtua dituntut untuk turut mendalami perkembangan teknologi.


Orangtua diimbau untuk mampu memberikan gambaran mengenai sisi positif dan sisi negatif sarana bergaul melalui jejaring sosial yang sedang meramaikan maya. Dengan mengetahui dampak positif dan negatif, anak diharapkan dapat menggunakan internet secara sehat dan aman.


Berikut ini merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan para remaja agar tidak salah langkah bergaul melalui internet.


Kejujuran memang segalanya. Namun, ada hal yang harus diingat bahwa tidak semua orang di dunia maya mencantumkan identitas diri serta pekerjaannya secara benar. Oleh sebab itu, jangan terlalu silau dengan seseorang yang mengaku bekerja maupun kuliah di tempat elit. Bisa saja orang itu tidak seperti yang dibayangkan. Intinya, jangan terlalu percaya dengan seseorang yang baru dikenal lewat maya.


Internet tidak mencantumkan peraturan bagi para pengguna untuk bercerita secara jujur kepada orang lain. Oleh sebab itu, simpanlah rapat-rapat informasi mengenai nama, usia, alamat rumah, alamat sekolah, dan nomor telepon. Meskipun rekan maya kalian meminta, jangan pedulikan. Jika kalian mulai merasa tidak nyaman dengan orang tersebut, tinggalkan saja.


Ingat, jangan pernah menemui orang yang baru dikenal lewat internet seorang diri. Untuk mengantisipasi terjadinya berbagai kemungkinan buruk, ajaklah sahabat atau saudara untuk menemani.


Ketika tengah menghadapi masalah, jangan diumbar di dunia maya. Lebih baik bercerita pada sahabat yang ada di dunia nyata. Curhat pada sahabat di dunia nyata dijamin lebih terpercaya dibanding curhat pada rekan chatting.


Jika kalian mendapatkan kiriman email dari orang tidak dikenal dan isinya mencurigakan, langsung hapus saja kiriman tersebut. Jangan sekali-kali membaca email jebakan karena akan menimbulkan kerugian. Ingat, mempercayai seseorang yang sama sekali belum pernah ditemui merupakan kesalahan terbesar.


Ingat, jangan sekali-kali mengeklik link atau URL yang mencurigakan. Apalagi, jika kalian tidak yakin dengan sumber keamanannya. Alih-alih menjawab rasa ingin tahu, kalian malah akan dirugikan.


Sebaiknya, kalian menjauhi room chat maupun mailing-list yang berisi provokasi maupun hal negatif lain. Intinya, jangan mudah terperdaya dengan rayuan seseorang di internet yang mencoba menjadikan kalian sebagai teman layaknya dalam kehidupan nyata. Satu hal yang tidak kalah penting, jangan terprovokasi oleh seseorang yang memanas-manasi agar kalian bertengkar di internet.


View the original article here